Bejat, Guru Ngaji di Ngawi Cabuli Delapan Murid Ngajinya

SINARJATIM.COM – Bejat, guru ngaji di Ngawi, Jawa Timur asal Kecamatan Widodaren digelandang ke Polres Ngawi usai cabuli delapan murid ngajinya, Ia diamankan seusai dilaporkan tetangganya.

Delapan murid ngajinya yang dicabuli, enam diantaranya masih dibawah umur, tindakan tak terpuji guru ngaji tersebut dilakukan di gubuknya sendiri selepas mengajar mengaji.

Pria berusia (66) tahun tersebut mengajak korbannya untuk masuk ke kamarnya, selanjutnya korban langsung dicabuli.

Hal itu dilakukan R berawal dari dia memangku cucunya, kebablasan hingga ia sentuh dan menggesekan ke bagian vital si korban, Senin 4 April 2022.

Ternyata aksi bejat R sudah berulangkali dilakukan sejak tahun 2019, Ia mengaku untuk memberdayai korban dirinya tak memberikan iming-iming sama sekali, hanya saja pelaku meminta si korban untuk tidak memberitahukan aksi bejatnya kepada orang tua korban.

Si korban takut sehingga tak memberitahu orang tuanya, kejahatan tak senonoh itu terpendam selama tiga tahun, selain santun R merupakan laki-laki yang ramah dirinya juga tokoh masyarakat, tak ada yang percaya dirinya tega pada murid ngajinya.

Orang tua si korban tentu tak terima apa yang R lakukan kepada anaknya, hingga suatu hari R hendak dilabrak oleh warga akan tetapi tidak jadi.

R dilaporkan ke polisi, tak butuh waktu lama R kemudian digelandang ke Polres Ngawi tanpa perlawanan

“Masyarakat resah R dilaporkan karena pencabulan, kami panggil pelaku kemudian kami mintai keterangan, ia mengakui kemudian R kami tetapkan sebagai tersangka,” kata AKP Toni Hermawan Kasat Reskrim Polres Ngawi.

Lanjutnya, ternyata tak hanya delapan orang saja masih ada dua orang lainnya akan tetapi tidak melapor ke polisi, dari pengakuan pelaku belum terjadi persetubuhan dengan R.(Str)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *