HUKUM

Kejari Trenggalek Tetapkan Tatang Istiawan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi PDAU

Sinarjatim.com – Tatang Istiawan Wijaksono ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (kejari) Kabupaten Trenggalek terkait dugaan korupsi penyimpangan penyertaan modal, dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek, Lulus Mustofa mengatakan Tatang yang tercatat sebagai Direktur Utama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) diperiksa selama delapan jam dan berakhir sekitar pukul 19.30 wib. Usai menjalani pemerikasaan, Tatang langsung dibvawa ke klinik kesehatan guna menjalani medical check up.

“Jika hasil medical check up memungkinkan untuk ditahan, Yang bersangkutan kami tahan. Tetapi, jika hasilnya menyatakan tidak memungkinkan, apa boleh buat, kami jadikan tahanan kota,” kata Lulus, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan informasi yang didapat prorakyat dilapangan, menyebutkan tersangka menjalani observasi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek, setelah sempat melakukan medical check up di klinik.

“Iya, ada pasien atas nama tersangka dan saat ini menjalani observasi,” kata Humas RSUD Dr Soedomo Trenggalek, Jiono kepada awak media.

Perlu diketahui, PT BGS didirikan tahun 2008 dengan modal dasar Rp 8,9 miliar. PT Surabaya sore milik tersangka mempunyai saham sekitar 20 persen dengan harus menyetorkan dana Rp 1,7 miliar ke PT BGS. Namun, kata Lulus, uang tersebut tidak pernah disetor ke PT BGS.

Lulus menambahkan, jika PDAU telah menyetorkan dana Rp 7,1 miliar ke PT BGS. Bahkan, Rp 5,9 miliar dari dana itu ditransfer ke Tatang untuk membeli mesin cetak yang kemudian diketahui jika mesin cetak yang dibeli tersebut dalam kondisi rusak.

Sebelumnya Bupati Trenggalek periode 2005-2010 Soeharto sudah dijadikan tersangka untuk kasus yang sama, pada 14 Mei 2019 lalu. Ia diduga menyetujui pembentukan perusahaan percetakan PT BGS atas permintaan Tatang. “Total kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp 7,3 miliar,” tegas Lulus.

Tatang dinyatakan sehat, lalu ditahan

Setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek, Tatang pun akhirnya ditahan oleh Kejari Trenggalek setelah Tim medis menyatakan kondisi tersangka telah membaik dan tidak perlu menjalani rawat inap. Tersangka saat ini dititipkan ke Rutan Klas 2b Trenggalek.

“hasil observasi yang dilalukan tim medis, tersangka dinyatakan kondisinya membaik dan tidak perlu dilakukan rawat inap. Sekarang tersangka dititipkajn di Rutan Klas 2b Trenggalek,” jelas Lulus.

Tersangka ditahan selama 20 hari untuk melengkapi proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejari. Masa penahanan ini bisa diperpanjang jika pihak kejaksaan memerlukannya.

Tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup dan denda maksimal Rp 1 Milyar.

Sebelumnya, Kejaksaan telah menetapkan Tatang sebagai tersangka sejak Rabu (17/7). Hari Kamis tersangka diperiksa sebagai saksi dan juga tersangka atas kasus kasus korupsi PDAU.

Jumlah tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus ini sebanyak 4 orang. Dua diantaranya sudah berstatus sebagai terpidana. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *